Kawah Wabar dilaporkan memiliki ukuran lebih dari 100 meter dengan serpihan-serpihan batuan yang tersebar di sekitarnya. Pecahan batuan ini terbentuk dari lelehan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Campuran ini menghasilkan warna putih di bagian dalam, sementara bagian luarnya terbungkus cangkang berwarna hitam.
Kesamaan Ciri dengan Hajar Aswad
Thomsen menyatakan bahwa ciri-ciri pecahan meteorit dari Wabar ini sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Warna hitam pada batuan diduga berasal dari kandungan nikel dan besi (ferum) yang biasa ditemukan di batuan luar angkasa. Sementara, bintik-bintik putih yang terlihat pada Hajar Aswad diduga merupakan sisa-sisa dari kaca dan batu pasir yang menjadi bagian dalam meteorit. Thomsen pun menyimpulkan bahwa batu meteorit tersebut kemungkinan adalah batu yang sama dengan Hajar Aswad.
Kelemahan Teori Meteorit
Meski terdengar masuk akal, teori yang menyatakan Hajar Aswad sebagai meteorit juga memiliki beberapa kelemahan. Batu meteorit umumnya tidak dapat mengapung, tidak mudah pecah menjadi serpihan kecil, dan memiliki ketahanan terhadap erosi yang justru bertolak belakang dengan beberapa sifat yang dimiliki Hajar Aswad.
Dengan demikian, meski penelitian sains terus berusaha mengungkap misteri Hajar Aswad, keyakinan umat Islam terhadap kesucian batu ini tetaplah yang utama, terlepas dari asal-usul materialnya.
Artikel Terkait
Surat Bunuh Diri Anak SD di NTT: Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara
Ancaman Militer AS ke Iran: Mengapa Diplomasi Paksaan Selalu Gagal?
Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak: Kronologi, Profil, dan Dampak Politiknya
Izin SMA Siger Bandar Lampung Ditolak, Siswa Diimbau Pindah Sekolah