Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir tidak akan menghentikan upaya Iran dalam mengembangkan program nuklir sipil yang damai. Dalam pernyataan di akun Telegram pemerintah, dia menyatakan: "Ilmu pengetahuan tersimpan dalam benak para ilmuwan kami, jadi dengan menghancurkan fasilitas dan pabrik nuklir, (AS) tidak akan menimbulkan masalah bagi Teheran."
Presiden Iran menambahkan komitmennya: "Kami akan membangun kembali bangunan-bangunan tersebut dan kapasitasnya akan semakin besar." Pernyataan ini sekaligus menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menyerang kembali jika fasilitas nuklir Iran dipulihkan.
Proposal Amerika Serikat untuk Lanjutkan Perundingan
Pernyataan Presiden Iran ini disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri Iran menerima proposal dari AS untuk melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Iran. Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengonfirmasi: "Kementerian Luar Negeri (Iran) telah menerima pesan berisi usulan untuk melanjutkan perundingan mengenai isu nuklir Iran."
Meskipun tidak menyebutkan negara pengirim secara eksplisit, sumber media melaporkan bahwa AS telah mengirim pesan kepada Iran melalui Oman yang mengusulkan dimulainya kembali dialog, setelah sebelumnya ditangguhkan akibat serangan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS ke Israel: Analisis Risiko Perang Timur Tengah
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor ke Luar Negeri
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran