Pemerintah Indonesia juga memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi jemaah. Klinik kesehatan haji Indonesia akan tetap beroperasi melalui kerja sama dengan jaringan rumah sakit di Arab Saudi.
Pertemuan ini turut membahas rencana strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia, yang kini telah memasuki tahap bidding. Kampung Haji Indonesia direncanakan menjadi pusat operasional sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi di masa depan.
Apresiasi dan Inovasi dari Pemerintah Arab Saudi
Di sisi lain, Wamenhaj Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan haji. Pemerintah Arab Saudi juga menyatakan kesiapannya untuk memperluas penerapan skema tanazul dan murur sebagai solusi inovatif mengurangi kepadatan jemaah di kawasan Mina.
"Perencanaan tanazul dan murur akan dilakukan lebih awal dan lebih luas untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, termasuk penempatan strategis di wilayah Raudhah dan Syisyah," ujar Mashat.
Pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan antara Indonesia dan Arab Saudi untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih aman, nyaman, tertib, dan profesional bagi seluruh jemaah haji Indonesia, selaras dengan amanah Presiden dan Undang-Undang.
Artikel Terkait
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya
Tukang Es Gabus Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Fakta Warisan Terungkap!
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Balas dengan 1.000 Drone Baru
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya