Fakta Kerugian Kereta Cepat Whoosh: Tembus Rp4,1 Triliun di Tahun Pertama
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dinilai tidak efisien dan berpotensi terus menerus merugikan keuangan negara. Fakta terbaru menunjukkan, proyek infrastruktur besar ini telah mencatatkan kerugian fantastis sebesar Rp4,1 triliun hanya dalam satu tahun operasionalnya.
Analis UNJ Sebut Pembangunan Whoosh Tidak Penuhi Prinsip Good Governance
Penilaian ini disampaikan oleh Analis Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, dalam sebuah dialog. Ia menyoroti bahwa sejak awal, pembangunan KCJB tidak memenuhi syarat penerapan prinsip tata kelola yang baik (good governance).
"Pembangunan dari awal sebetulnya tidak memenuhi syarat bahwa ini dijalankan dengan prinsip good governance," tegas Ubedilah.
Ia juga menguatkan pernyataannya dengan merujuk pada pendapat berbagai pengamat kebijakan publik yang menyimpulkan hal serupa. Whoosh dinilai tidak menguntungkan dan justru berpotensi menciptakan kerugian berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan
Hogi Minaya Jadi Tersangka Usai Kejar Penjambret Istrinya: Kronologi & Proses Hukum Terkini