Pengangkatan pejabat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerap menjadi sorotan publik, tak terkecuali bagi dokter sekaligus pengusaha, Richard Lee.
Dalam podcast yang tayang di YouTube hari ini, Jumat, 3 Oktober 2025, ia tanpa ragu mencecar komisaris baru Pertamina, Hasan Nasbi, mengenai mekanisme di balik penunjukan jabatan strategis tersebut.
Mewakili rasa penasaran masyarakat, Richard mempertanyakan apakah posisi komisaris didapat berdasarkan kedekatan, 'utang jasa' politik, atau murni karena keahlian.
"Penunjukan itu berdasarkan, mohon maaf ya pak ya, kedekatan, utang jasa, skill, atau gaji?" tanya Richard Lee dengan lugas.
Pertanyaan ini secara langsung menyentuh sentimen yang sering berkembang di masyarakat terkait transparansi pengangkatan pejabat BUMN.
Menanggapi hal tersebut, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa posisi komisaris adalah perwakilan negara sebagai pemegang saham, sehingga prosesnya adalah penunjukan.
Namun, ia juga menekankan bahwa penunjukan tersebut tetap mempertimbangkan berbagai kualifikasi penting.
"Kalau komisaris, dia orang kepercayaan," jawab Hasan, mengibaratkan perannya sebagai wakil pemilik perusahaan yang bertugas mengawasi.
Meskipun didasari kepercayaan, Hasan menambahkan bahwa negara akan mencari orang yang dipercaya dan memiliki kualifikasi untuk menjadi pengawas.
"Jadi kan harus bicara integritas, harus bicara kualifikasi orang, harus bicara soal pengalaman dan lain-lain," pungkasnya.
Sumber: suara
Foto: Kolase Richard Lee dan Hasan Nasbi/Net
Artikel Terkait
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung & Tuntutan Rp 7 Miliar: Fakta Terbaru
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina Pakai Rudal S-300: Fakta dan Analisis