- Garam Himalaya tidak mengandung Iodine atau Yodium
Menurut penjelasan dokter Yohan, alasan utama mengapa garam Himalaya tidak disarankan dikonsumsi anak-anak adalah karena hampir tidak mengandung Iodine (Yodium).
Dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), kandungan yodium penting untuk didapatkan bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Fungsi yodium pada MPASI bayi antara lain untuk menjaga tiroid tetap stabil, mendukung perkembangan otak, dan mengurangi risiko kanker tiroid di kemudian hari.
Jika ingin memakai garam Himalaya untuk MPASI, maka harus penuhi kandungan yodium dari makanan lainnya. Karena garam Himalaya teksturnya lebih kasar, pastikan untuk mencampurnya dengan baik.
Baca Juga: Ini Hasil Evaluasi PVMBG Periode 16 Hingga 31 Januari 2024 Terkait Aktivitas Gunung Raung
- Kandungan nutrisi dan mineral yang sedikit
Garam Himalaya diketahui memang mengandung berbagai mineral lain, seperti zat besi, seng, kalsium, magnesium, dan kalium.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: rubicnews.com
Artikel Terkait
Bahaya Nge-Whip: Henti Jantung Mendadak hingga Risiko Fatal Nitrous Oxide
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata