Dinosaurus yang hidup di laut" pasti maksudnya yang seperti gambar di atas kan? Sayangnya, Mosasaurus, Ichthyosaurus, Plesiosaurus, dan hewan akuatik lain sejenisnya yang sezaman dengan dinosaurus praktis cukup disebut reptilia laut.
Hanya saja karena nama belakang mereka "saurus" bukan berarti mereka dinosaurus. Para reptilia laut tersebut berasal dari kelompok yang berbeda dengan dinosauria, jadi mereka tidak digolongkan dengan dinosaurus. Kasus yang sama berlaku untuk Pterosaurus. Tapi, okelah, mari kita bahas saja, karena ini menarik.
Pertama, asteroid penyebab kepunahan massal K-Pg pada 65 juta tahun yang lalu justru diperkirakan jatuh di laut, bukan di darat. Asteroid tersebut diperkirakan berdiameter antara 10–15 km dan menghantam bumi dengan kecepatan 40.000 kilometer per jam.
Padahal, seperti yang kita tahu, semakin besar massa yang dikandung suatu benda dan semakin besar kecepatan benda yang bersangkutan, maka energi yang dihasilkannya akan semakin besar. Energi tumbukan asteroid K-Pg diperkirakan jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan akumulasi seluruh senjata nuklir yang pernah dibuat manusia.
Tabrakan tersebut menghasilkan gempa dengan skala lebih dari 10 SR, megatsunami setinggi beberapa kilometer, dan gelombang kejutnya melaju hingga melingkupi seluruh planet. Bongkahan asteroid yang tersisa terlempar ke atmosfer dan jatuh kembali di seluruh dunia sebagai meteor kecil yang menyebabkan kebakaran massal.
Artikel Terkait
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia 3: Daftar Lengkap & Tips Bertahan Hidup
Live3D AI Face Swap: Tukar Wajah di Foto & Video Gratis Tanpa Login 2024
Menkeu Purbaya Geram: Perusahaan Baja China Diduga Kelabui Pajak, Sebut Indonesia Bangsa Tempe
Prabowo di WEF Davos: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ini Buktinya