GELORA.ME - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah sebut Presiden bisa menjadi penjahat pemilu.
Dan ia juga melakukan kritik terkait aturan pemilu yang tidak membatasi cawe-cawe dari Presiden diakhir masa jabatannya.
Menurut Eep,hal tersebut belum diatur secara jelas oleh pemangku kebijakan dalam membatasi keberpihakan Presiden di akhir masa pemerintahannya.
Baca Juga: Imigrasi Agam Telurkan Capaian Maksimal, 36 Ribu Paspor Terbit di Tahun 2023
"Ketika Presiden dibiarkan melanggar aturan, entah itu sekadar etika yang tidak tertulis. Yang tidak punya hukuman atau sanksi. Ketika semua itu dibiarkan itu bagian dari kejahatan pemilu," kata Eep,.
Eep mengatakan bahwa menjelang pemilu dan sekaligus berakhirnya masa jabatan Presiden rentang terjadi intervensi yang dilakukan oleh Kepala Negara.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi