Satu galon air isi ulang asli dengan brand tersebut dihargai Rp 18.000, supplier hanya mengambil keuntungan Rp 2.000 tiap pcsnya.
“Keuntungannya ya jadi turun, masalahnya kebutuhan pokok saat merangkak naik,” tuturnya.
Ia menambahkan, Distributor (pemasok supplier) sudah tidak lagi menerima pembelian di bawah 100 pcs. Karena penjualannya juga sepi sementara ia harus menggaji para karyawan.
“Sudah pembeli sepi, pemasok juga nggak nerima pembelian sedikit. Ini juga sulit bagi kami,” terangnya.
Sumber: gresik1
Artikel Terkait
Ketua RT Tabung Gaji 7 Tahun untuk Beli Drone Ronda, Ini Kisah Inspiratifnya
Daftar Lengkap 11 Korban Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros: Identitas Kru & Penumpang
Anggota Brimob Aceh Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Rincian & Besaran Setara Eselon IIA