Indikasi Mark Up Proyek Whoosh yang Triliunan Rupiah
Haryono Umar juga menyoroti adanya indikasi mark up atau mark-up dalam proyek kereta cepat Whoosh. Ia menyebutkan bahwa mark up ini sangat mudah untuk ditelusuri, terutama karena adanya perubahan mitra dari Jepang ke Cina yang diiringi dengan peningkatan biaya yang signifikan.
"Kok tiba-tiba meningkat dan beralih ke Cina. Itu harusnya bisa dijelaskan kenapa bisa meningkat dengan jumlah yang luar biasa. KPK harus mulai dari draf awal pembicaraan, termasuk perintah presiden dan visi misinya. Dokumen-dokumen itu pasti masih lengkap dan baru," tambahnya.
Ia menekankan bahwa nilai mark up yang diduga mencapai triliunan rupiah, bukan hanya miliaran, merupakan indikasi korupsi yang serius dalam pengadaan barang. "Ini mark-up-nya triliunan, bukan miliaran. Artinya sangat mudah ditelusuri," imbuh Haryono Umar.
Artikel Terkait
Target PSI di Jawa Tengah 2029 Dinilai Mimpi, Ini Analisis Pengamat
KPK Ungkap Travel Haji Masih Ragu Kembalikan Uang Korupsi Kuota, Baru Rp100 Miliar Disetor
Roy Suryo Bongkar Klaim Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Atas Nama TPUA
Rizki Abdul Rahman Wahid: Profil, Kaitan PMII, dan Relawan Gibran Pelapor Pandji