Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Sadar Diri, Jangan Samakan Prabowo dengan Jokowi
Luhut Binsar Pandjaitan mendapat seruan untuk menyadari posisinya dan tidak mencoba mengatur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Peringatan ini menekankan bahwa Prabowo tidak mudah untuk dipengaruhi seperti era pemerintahan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, secara tegas menyatakan bahwa pemerintahan Joko Widodo telah berakhir. Ia meminta Luhut untuk tidak mengalami post power syndrome.
Pernyataan ini disampaikan Igor sebagai respons terhadap manuver Luhut yang dinilai mulai menunjukkan keinginan untuk mengendalikan pemerintahan Prabowo. Beberapa tindakan Luhut yang menjadi perhatian publik antara lain permintaannya agar Prabowo tidak tunduk pada tekanan organisasi buruh mengenai kebijakan upah.
Selain itu, Luhut juga secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA). Meskipun menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut diingatkan bahwa Prabowo adalah seorang Kepala Negara yang memiliki tanggung jawab penuh dalam menentukan arah kebijakan negara.
Igor menegaskan bahwa Prabowo memiliki agenda dan preferensinya sendiri, sehingga tidak seharusnya dipengaruhi apalagi diatur oleh pihak manapun. Pemerintahan baru diharapkan dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Presiden terpilih.
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice