GELORA.ME - Pengacara Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, memberikan kabar mengejutkan terkait perkembangan dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi.
Dikatakan Ahmad, ia baru saja mendapatkan informasi bahwa Jokowi ingin bertemu dan berdamai dengan kubu penentang ijazahnya.
"Tentu bukan Roy Suryo, Rismon Sianipar, ataupun Tifauzia Tyassuma. Melainkan, sosok lain yang dianggap merepresentasikan diri sebagai penentang ijazah Jokowi," ujar Ahmad, Rabu (1/10/2025).
Hanya saja, kata Ahmad, rencana pertemuan tersebut masih menemui jalan buntu antara di Solo atau Jakarta.
"Juga buntu, apakah dilakukan terbuka atau tertutup, sendiri atau dengan sejumlah tim," sebutnya.
Ditekankan Ahmad, jika betul terjadi, pertemuan ini bisa ditafsirkan sebagai pengkhianatan pada perjuangan.
"Karena bertemu dengan Jokowi, berarti berkhianat pada perjuangan membongkar ijazah palsu," tegasnya.
Sementara Jokowi, kata Ahmad, membutuhkan pertemuan itu untuk melegitimasi pencabutan laporan, dengan dalih telah ada perdamaian.
"Persis, seperti modus Paiman Raharjo yang mencabut gugatan dengan dalih ada perdamaian dengan Beator Suryadi," Ahmad menuturkan.
"Bagi Paiman, bantahan Beator atas perdamaian tak penting. Yang penting, dia ada legitimasi untuk mencabut gugatannya dengan dalih telah berdamai setelah bermediasi dengan Beator. Karena kalau gugatan dilanjutkan, Paiman babak belur," tambahnya.
Ahmad bilang, Jokowi membutuhkan narasi damai untuk mencabut laporannya.
Sebab jika dilanjutkan sampai persidangan, Jokowi akan babak belur.
"Nah, pihak yang akan bertemu Jokowi ini, yang dianggap dan mengklaim penentang ijazah JOKOWI, tak mau bertemu karena akan dianggap pengkhianat," kuncinya.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Analisis Republik Fufufafa Slank: Bahaya Laten Hingga Pemilu 2029 Menurut Mantan Pendukung Jokowi
Indonesia Kehilangan Peradaban? Analisis Kritis Adhie M Massardi Soal Etika dan Hukum
Bripka AS Tersangka Pembunuh Mahasiswi UMM: Motif, Ancaman Hukuman Mati, dan Pemecatan
Prabowo: Menteri Serba Salah Turun ke Lokasi Bencana, Datang atau Tidak Selalu Dikritik