Ia menganggap kaki tangan Jokowi masih kuat, terutama di kabinet Prabowo Subianto. Meskipun beberapa sudah direshuffle, namun Roy menyebut para loyalis Jokowi masih kuat.
“Sahabat saya, Pak Selamat Ginting kan juga mengatakan itu (orang-orang Jokowi) meskipun sudah ditaruh pada posisi yang lebih rendah, tapi (tetap) masih ada. Jadi mungkin Pak Prabowo tidak ingin secara frontal, ingin makan bubur dari samping, tapi kembali kenapa mereka mau bertaruh, menurut saya karena keterpilihan mereka dulu masih di rezim sebelumnya,” jelas Roy.
Bahkan ia mengungkap isu teranyar mengenai KPU yang baru membuat gaduh di publik dengan keluarnya PKPU Nomor 731/2025 juga tidak lepas dari pengaruh Jokowi.
“Sekarang kan sudah jelas ini, (KPU) kesalahan sangat besar. Tes ombak yang menurut saya sangat-sangat fatal. Kalau kemarin teman-teman Komisi II (DPR) tidak menanyakan ini, lolos dan akibatnya nanti,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Geng Solo Ditarget
Strategi Dinasti Politik Jokowi: Dukungan ke PSI & Peta Gibran di Pilpres 2029
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?