Heru melihat sosok putra bungsu Jokowi betul-betul fresh from the oven, sangat segar sebagai ketum partai. Sehingga akan banyak cara pandang politik yang lebih banyak linier dengan apa yang saat ini dan juga masa depan Indonesia.
Menurutnya, garapan ide dan gagasan Kaesang bakal diwarnai oleh gejolak dan dinamika politik dan ekonomi yang lebih menonjolkan sikap tegas dan tegak lurus pada kepentingan dan ruang kerja yang dinamis, dengan tingkat kebutuhan produktivitas kerja yang akurat dan konsisten.
"Sebagai Ketum PSI yang baru, Kaesang akan menjadi ikon politik terbarukan yang akan menjadi landasan dan juga cakupan cara pandang politik Indonesia 10 sampai dengan 20 tahun ke depan,” ujarnya.
Bacaleg PAN DPR Dapil Jabar 8 ini menambahkan, Kaesang dibutuhkan Jokowi untuk segera terjun ke kancah politik praktis. Kaesang diposisikan untuk menjadi embrio proyeksi politik masa depan Indonesia maju. Pasalnya ada hal yang positif dilakukan Jokowi dalam proses peletakan batu dinasti politiknya lahir dalam atmosfer politik yang demokratis, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Jokowi sudah meletakkan landasan dan jalan politik bagi keluarganya dengan langkah politik yang moderat dan progresif. Tanpa melakukan kudeta atau rekayasa politik sepihak yang direbut atau dibeli dari sebuah konsorsium politik," ungkap Heru.
Dia juga melihat Kaesang sebagai Ketum PSI yang baru memiliki semangat berkarya dan siap menghadapi segala tantangan dan peluang dalam perebutan suara di Pileg 2024 dan mengantarkan PSI ke Senayan.
"Kesuksesan politik Kaesang adalah mengantar PSI melewati ambang batas parliamentary threshold. Agar kiprah politik PSI diperhitungkan pada skala nasional," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen