Pasar global masih mencerna komentar dari pejabat The Fed. Meski suku bunga telah dipotong 25 basis poin pada pertemuan Oktober, sejumlah presiden Fed menyatakan ketidaknyamanan dengan keputusan tersebut. Ketua Fed Jerome Powell juga menegaskan bahwa pemotongan suku bunga pada Desember belum bisa dianggap pasti.
Peluang pemotongan suku bunga pada Desember, berdasarkan perkiraan trader, turun menjadi 68 persen dari sebelumnya yang hampir pasti. Analis dari Goldman Sachs dalam sebuah catatan menyatakan bahwa mereka memperkirakan pelemahan dolar lebih lanjut seiring dengan ekonomi AS yang diperkirakan tidak akan sekuat sebelumnya.
Fokus Pasar: Data Tenaga Kerja dan Laporan Laba AI
Dengan penutupan sebagian pemerintah AS yang membatasi ketersediaan data resmi seperti nonfarm payrolls, fokus investor akan beralih ke laporan tenaga kerja ADP dan data PMI untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja AS.
Di sisi lain, antusiasme terhadap AI terus mendorong pasar saham. Investor kini menantikan laporan laba dari perusahaan teknologi minggu ini, mencari bukti nyata bahwa investasi besar-besaran dalam AI telah mulai membuahkan hasil dan bukan sekadar euforia semata.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya