Laba Bersih NICL Melonjak 131% di Kuartal III 2025, Meski Harga Nikel Anjlok

- Senin, 03 November 2025 | 09:30 WIB
Laba Bersih NICL Melonjak 131% di Kuartal III 2025, Meski Harga Nikel Anjlok

Laba kotor perusahaan meningkat signifikan sebesar 104,53% year-on-year dari Rp293,80 miliar menjadi Rp600,92 miliar. Margin laba kotor juga mengalami peningkatan dari 35,77% menjadi 44,39%.

Laba Bersih Melonjak 131,28%

Laba usaha perusahaan meroket 123,71% dari Rp225,68 miliar menjadi Rp504,88 miliar. Sementara laba bersih periode berjalan melambung 131,28% menjadi Rp401,66 miliar dibandingkan Rp173,66 miliar pada kuartal III-2024.

Strategi dan Outlook Perusahaan

Menurut Ruddy, penurunan harga nikel merupakan koreksi positif yang sudah diprediksi perusahaan. NICL telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal tahun, yang tercermin dalam kinerja operasional dan keuangan yang tetap tumbuh positif.

Perusahaan meyakini penurunan harga ini hanya fluktuasi jangka pendek dan berkomitmen untuk tetap adaptif terhadap situasi terkini guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di pasar nikel global.

Kesehatan Keuangan Perusahaan

Meskipun terjadi penurunan jumlah aset sebesar 7,45% menjadi Rp971,88 miliar, posisi neraca perusahaan tetap sehat dengan penurunan liabilitas dari Rp171,92 miliar menjadi Rp138,60 miliar. Perusahaan juga tidak memiliki utang bank jangka panjang, menunjukkan fundamental keuangan yang kuat.

Kapasitas Produksi dan RKAB

Tingkat produksi perusahaan per kuartal III-2025 telah mencapai 92,48% dari RKAB tahun 2025. Untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga akhir tahun 2025, perusahaan telah mengajukan pembaruan RKAB ke Kementerian ESDM guna menambah kuota produksi.

Meskipun menghadapi tantangan dalam proses pengajuan RKAB, PT PAM Mineral Tbk optimis dapat mempertahankan kinerja positifnya di tengah volatilitas harga nikel global, dengan fokus pada efisiensi dan peningkatan kapasitas produksi.

Halaman:

Komentar