GELORA.ME – Starbucks saat ini ikut diboikot karena diangap terafiliasi dengan Israel, dan menyumbangkan dananya untuk mempersenjatai tentara Israel.
Agresi Israel ke Palestina mendapat lebih banyak liputan media setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.
Dunia akhirnya menyadari konflik yang terjadi di Jalur Gaza, hingga menyuarakan kecaman mereka terhadap isu hak asasi manusia.
Ribuan warga sipil tewas akibat pemboman dan pertempuran lainnya yang terjadi di wilayah tersebut, dan banyak orang yang selamat kehilangan keluarga, teman, rumah, dan banyak lagi.
Laporan terbaru memperkirakan bahwa lebih dari 20.000 warga Palestina telah terbunuh di wilayah tersebut, dan lebih dari 2 juta orang di Gaza menderita kelaparan parah.
Starbucks dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang diboikot. Kini, Starbucks telah kehilangan nilai pasar setidaknya $12 miliar.
Artikel Terkait
Fakta Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah: Pengantar, Temuan Polisi, dan Hasil CCTV
Denada Akui Ressa Anak Kandung, Pengacara Bongkar Fakta Hidup Hedon dan Biaya Sekolah
Misteri Ayah Biologis Ressa: Denada, Adjie Pangestu, dan Spekulasi Netizen yang Kembali Viral
Reza Arap Diduga di TKP Kematian Lula Lahfah, Polisi Minta Kooperatif