Tak hanya paling dominan, sektor pertanian juga merupakan sektor paling besar pengaruhnya terhadap geliat perekonomian sepanjang tahun di kabupaten Luwu Utara. “Tentu kami sangat bersyukur dapat menikmati data baru yang telah dikeluarkan BPS,” imbuhnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Yulce Wenda, Istri Mendiang Lukas Enembe yang Dikenal Baik Masyarakat Papua
Menurutnya, data tersebut sangat penting karena dapat digunakan dalam mempertimbangkan solusi untuk menghadapi tantangan Luwu Utara ke depan. Apalagi, kata dia, BPS Luwu Utara melakukan pendekatan sensus rumah tangga dalam setiap pendataannya.
“Data ini juga sekaligus tantangan bagi data yang dikeluarkan penyuluh pertanian di lapangan. Tinggi rendahnya data yang diinformasikan, data ini akan menjadi bahan koreksi bagi Pemda Lutra. Untuk itu, akuntabilitas dan kontinuitas data harus terus dijaga,” harapnya.
“Sebagai sumber data, penyuluh harus buat bank data. Data harus tersimpan. Untuk itu, mohon kualitas dan kontinuitas data ini dapat terus dijaga dengan baik. Perbaiki hasil produksi dan catat. Orang bijak paham data, mengerti data serta berbicara data,” pungkasnya. (LHr)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: klikanggaran.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas