"Yang diurus Pemda selama ini itu apa? Proyek? Kok sampai warganya kekurangan gizi tidak diperhatikan. Jelas kondisi ini terjadi karena lepas dari perhatian Pemerintah Kabupaten Jepara," tegasnya.
Berdasarkan penuturan warga atau tetangga Nadhifatul Auliya, ungkap Wachid, kondisi anak tersebut sebelumnya dalam keadaan baik-baik saja. Namun, sambung dia, pasca orang tuanya berpisah kondisi Auliya berubah drastis utamanya terkait perubahan kondisi tubuhnya.
"Nadhifatul menurut informasi yg aku trima dari Babinsa dan Danramil Kecamatan Keling di saat lahir kondisinya normal. Namun akibat korban broken home, perpisahan kedua orang tuanya. Nadhifatul di tinggal bapak ibunya dari kecil dirawat neneknya, sedangkan neneknya sendiri tidak bekerja, makan sehari-hari hanya menunggu uluran tangan dari tetangga. Akibatnya Nadhifatul tidak sekolah dan kekurangan asupan gizi," tutur Wachid.
Wachid berjanji akan segera turun kembali ke desa tersebut bersama pihak DPRD Jepara untuk bersama-sama membantu meringankan dan menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami minggu ini segera turun ke Dapil bersama DPRD kabupaten akan ketemu langsung Neneknya Nadhifatul Auliya untuk mencarikan solusi, semoga Pemerintah Daerah kabupaten Jepara merespon positif," pungkasnya.
Sumber: teropongsenayan
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas