“Tapi perempuan ini dia marah-marah, caci maki adik saya,” katanya.
Sampai pada akhirnya, korban lantas mengambil kunci motor terduga istri pelaku sebagai jaminan.
Namun baru mengambil kunci motor, kepala dari korban dihantam dengan botol kaca.
“Lalu ini adik saya minta izin ambil kunci motor mereka supaya untuk ke rumah. Baru mau berdiri dia sudah dihantam dengan botol bensin," katanya.
Setelah kejadian itu, korban lantas lari ke rumah.
Namun sekitar 15 menit berlalu, istri terduga pelaku datang dengan suaminya dengan membawa pecahan kaca.
Kaca itu digunakan untuk memukuli korban hingga mengenai pipi sampai robek dan jatuh.
“Sampai di rumah 15 menit kemudian, suami istri ini datang. Bawa kaca dia hantamkan di pipinya, sampai jatuh pipinya,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, korban lantas melaporkannya ke Polsek Wangiwangi Selatan.
Korban datang ke kantor kepolisian dengan kondisi berdarah-darah.
Tak hanya itu, korban juga sudah mengadukan peristiwa ini ke pihak POM Kodim 1413/Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, lalu menindaklanjutinya ke Denpom XIV/3 Kendari, Provinsi Sultra.
“Lalu tanggal 7 Mei 2023, saya pergi di POM Baubau, dan hari Jumat kemarin saya di Kendari,” ujarnya.
“Bahasanya mereka dia kirim ke POM Makassar. Pengacara saya di telepon katanya belum bisa nanti tanggal 3 lagi,” lanjutnya.
Pasi Intel Kodim 1413/Buton, Kapten Inf Suherman, yang dikonfirmasi TribunnewsSultra.com membenarkan adanya laporan dugaan kasus penganiayaan tersebut.
“Iya sudah diproses. Sudah masuk di POM, sudah di BAP juga anggota kita. Sudah masuk ke Denpom Kendari,” katanya.(*)
Sumber: wow
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas