Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak: Kronologi, Profil, dan Dampak Politiknya

- Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB
Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak: Kronologi, Profil, dan Dampak Politiknya

Dididik di London School of Economics, Saif al-Islam fasih berbahasa Inggris dan sering menjadi mediator misi diplomatik penting. Ia terlibat dalam pembicaraan pelucutan senjata kimia Libya dan negosiasi kompensasi untuk korban pengeboman Lockerbie 1988.

Perang Saudara 2011 dan Pemenjaraan

Saat pemberontakan meletus, ia memilih mendukung ayahnya dan dikenal sebagai arsitek penindasan terhadap pemberontak. Setelah rezim Gaddafi jatuh, ia ditangkap milisi di gurun dan ditahan di Zintan selama enam tahun.

Pada 2015, pengadilan di Tripoli menjatuhkan hukuman mati in absentia atas dirinya terkait kejahatan perang.

Kembali ke Panggung Politik

Setelah dibebaskan pada 2017, ia bersembunyi di Zintan. Pada 2021, ia muncul di Sabha untuk mendaftar sebagai calon presiden, memanfaatkan nostalgia akan stabilitas era Gaddafi. Namun, pencalonannya kontroversial dan menuai penolakan keras dari banyak faksi bersenjata.

Proses pemilihan akhirnya runtuh, dan Libya kembali ke kebuntuan politik. Saif al-Islam tetap menjadi simbol divisi mendalam di negara tersebut hingga kematiannya.

Kematian Saif al-Islam Gaddafi diperkirakan akan berdampak signifikan pada lanskap politik Libya yang sudah terfragmentasi.

Halaman:

Komentar