Analisis: Peran MSCI dan Hedge Fund Global di Balik Trading Halt IHSG 2026
GELORA.ME - Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut erat kaitannya dengan peran Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyusun indeks global ini dianggap memainkan peran kunci melalui isu investability pasar modal Indonesia.
Mengapa Isu Free Float MSCI Baru Diangkat Sekarang?
Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menyatakan bahwa MSCI sebenarnya telah lama memahami persoalan free float dan struktur kepemilikan saham di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa isu ini baru diangkat ke publik secara luas tepat di saat IHSG mengalami gejolak yang sangat tajam?
Keterkaitan MSCI dengan Hedge Fund Global
Yanuar mengungkapkan, MSCI pada dasarnya adalah penyedia riset, bukan pelaku perdagangan. Namun, pemegang saham utama MSCI justru adalah perusahaan manajemen aset dan hedge fund raksasa global.
"Pemegang di atas 5 persen MSCI, sekitar 8 persen, dipegang oleh Vanguard. Itu adalah hedge fund. Di bawahnya ada BlackRock, dan beberapa hedge fund lain. Jadi ada sekitar 7 hedge fund yang memegang saham di atas 5 persen," jelas Yanuar.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya