Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar permasalahan Whoosh, termasuk soal utang, tidak dipolitisasi. Ia memastikan bahwa pemerintahannya akan menangani masalah ini dengan serius.
"Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang, mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," ucap Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.
Transportasi Umum adalah Layanan Publik
Prabowo juga menekankan bahwa proyek kereta cepat dan transportasi umum di seluruh dunia tidak semata-mata dihitung dari segi untung rugi finansial. Yang lebih penting adalah manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas.
"Whoosh itu semua public transport diseluruh dunia jangan dihitung untung rugi. Hitung manfaatnya untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Jadi namanya public service obligation," pungkas Presiden.
Dengan pernyataan ini, Prabowo ingin memberikan kepastian dan menenangkan publik mengenai masa depan operasional Kereta Cepat Whoosh, menegaskan bahwa proyek strategis ini akan terus berjalan untuk kemaslahatan rakyat.
Artikel Terkait
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Alasan & Komitmen Penuh
Strategi Politik Jokowi: Rahasia Tak Terkalahkan dari Pilkada hingga Pilpres 2024
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Minyak, dan Status Buronan Interpol 2026
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi: Penyebab, Fakta Bukan EV, dan Spesifikasi