Portofolio pembiayaan SME BSI didominasi oleh sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas pemerintah, seperti pertanian, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.
Menghadapi tantangan pengembangan segmen SME, BSI menyiapkan strategi akselerasi komprehensif. Strategi ini mencakup pemetaan usaha potensial, penerapan manajemen risiko yang tepat, dan pengelolaan sektor produktif. Fokusnya adalah membantu nasabah dari segmen non-bankable, mikro, hingga SME agar mampu bersaing, sustain, dan naik kelas.
Fasilitas Pembiayaan dan Dukungan Regulasi
BSI mendorong akseptasi pembiayaan SME yang lebih mudah, sejalan dengan terbitnya POJK No.19 Tahun 2025 tentang akses pembiayaan UMKM, tanpa mengabaikan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Untuk mengakselerasi pertumbuhan, BSI fokus pada penyaluran pembiayaan modal kerja dan investasi dengan plafon mulai dari Rp500 juta hingga Rp25 miliar. Bank juga agresif memperkuat ekosistem value chain dari bisnis eksisting, yang tercatat meningkat signifikan sebesar 88,04 persen year-on-year.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum RRT: Kasus Ijazah Jokowi Kembali ke Polda, Kemungkinan SP3 Menguat
Farhat Abbas Ungkap Eggi Sudjana Ingin Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi: Fakta Terbaru
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Alasan & Komitmen Penuh
Strategi Politik Jokowi: Rahasia Tak Terkalahkan dari Pilkada hingga Pilpres 2024