Budi Arie Setiadi Mantap Gabung Gerindra, Jawab Pertanyaan Langsung Prabowo
Keputusan Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan Partai Gerindra ternyata merupakan respons atas pertanyaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Projo ini membongkar alasannya memilih Gerindra setelah melalui perenungan dan diskusi mendalam.
Prabowo Tanya Posisi Politik Budi Arie
Momen penting terjadi di Solo, 20 Juli 2025, saat Budi Arie menghadiri Kongres PSI. Saat itu, Prabowo Subianto secara langsung menanyakan posisi politiknya dengan pertanyaan, "Kamu ini Gerindra atau PSI?". Pertanyaan inilah yang kemudian memicu proses evaluasi panjang bagi Budi Arie sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Partai Gerindra.
Proses Perenungan dan Diskusi Panjang
Budi Arie mengaku tidak serta merta mengambil keputusan. Ia melakukan perenungan serius dan berdiskusi dengan berbagai pihak. Hasil dari proses tersebut adalah kesimpulan untuk memperkuat barisan Partai Gerindra, partai pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Alasan Strategis di Balik Pilihan ke Gerindra
Keputusan bergabung dengan Gerindra dinilai sebagai langkah logis dan strategis. Budi Arie menyadari bahwa agenda politik Prabowo Subianto bersifat strategis dan memerlukan dukungan partai yang solid. Selain itu, ia melihat keselarasan nilai perjuangan antara Gerindra dan Projo yang sama-sama berada di garis perjuangan rakyat.
Kesadaran akan Berbagai Tafsir Politik
Budi Arie menyadari penuh bahwa langkah politiknya ini akan menimbulkan berbagai tafsir. Ia bahkan telah memprediksi adanya framing negatif dari berbagai pihak, baik yang menuduhnya tidak setia kepada Prabowo maupun tidak setia kepada Jokowi. Namun, bagi Budi Arie, meminta izin kepada teman-teman Projo untuk bergabung dengan Partai Gerindra adalah pilihan yang logis, strategis, dan rasional.
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Fakta Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Kronologi & Dokumen Rahasia Terungkap
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Analisis Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo