Prabowo Peringatkan Bahaya Serakahnomics di Forum APEC 2025
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penting mengenai ancaman ekonomi serakah atau "Serakahnomics" dalam Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC (APEC Economic Leaders’ Meeting/AELM) di Gyeongju, Korea Selatan. Dalam forum yang dihadiri para kepala negara dari 21 ekonomi anggota APEC, Prabowo menegaskan bahwa keserakahan ekonomi menjadi penghambat utama pertumbuhan sejati dan perusak keadilan.
Ancaman Ekonomi Serakah dan Dampaknya
Prabowo mengidentifikasi Serakahnomics sebagai ancaman multidimensi yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga moral dan sosial. Menurutnya, keserakahan telah menjelma dalam berbagai bentuk seperti korupsi, penyelundupan, penipuan, dan ekonomi gelap lintas negara. "Kami di Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, melawan penipuan, dan melawan greed economies/ekonomi serakah, yang menahan pertumbuhan sejati," tegas Presiden dalam pidatonya.
Pentingnya Membangun Kembali Kepercayaan Global
Presiden menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya ketegangan global dan menurunnya rasa saling percaya antarnegara yang membahayakan stabilitas ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa kawasan Asia-Pasifik tidak boleh menyerah pada keadaan ini. "Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit di atas rasa curiga dan ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita dan dalam perekonomian global," seru Prabowo.
Komitmen Indonesia pada Perdagangan Multilateral
Prabowo menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai intinya. "Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan WTO sebagai pusatnya, agar semua pihak dapat bersaing di atas gelanggang yang setara," ujarnya. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang menyingkirkan sebagian pihak hanya akan melahirkan ketimpangan dan potensi konflik.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut