Inklusivitas dan Keberlanjutan sebagai Pedoman
Presiden menekankan bahwa inklusivitas dan keberlanjutan harus menjadi pedoman bersama dalam pembangunan ekonomi global. "Inklusivitas harus menjadi pedoman kita. Keberlanjutan juga harus selalu menjadi kompas bagi masa depan dunia yang aman," katanya. Negara-negara APEC diminta memastikan manfaat perdagangan dan investasi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pemberdayaan UMKM dan Koperasi di Indonesia
Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia telah mewujudkan prinsip-prinsip ini melalui program nasional yang memperkuat koperasi dan pelaku usaha kecil. "Kami memberdayakan UMKM, membangun ribuan koperasi, dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dalam ekonomi," jelasnya. Kolaborasi publik-swasta di kawasan harus berorientasi pada kerja sama yang berpusat pada manusia, bukan pada segelintir elite.
Seruan Kerja Sama Multilateral
Dalam pidatonya, Presiden juga memperingatkan tentang tantangan lintas batas negara yang memerlukan solidaritas global, termasuk bahaya narkotika yang disebutnya sebagai ancaman terhadap stabilitas dan masa depan bangsa. Prabowo menyerukan kerja sama multilateral untuk melawan kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkoba yang merusak fondasi ekonomi dunia.
Pidato Presiden Prabowo di forum APEC 2025 ini menegaskan posisi Indonesia dalam mendorong tata kelola ekonomi global yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menyerukan perlawanan bersama terhadap praktik-praktik ekonomi yang merusak.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut