Berbicara mengenai isu dugaan mark up pada proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, Mahfud MD memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa masih ada kemungkinan Jokowi tidak terlibat dalam praktik tersebut.
"Sehingga saya menduga, pemainnya kalau memang ada korupsi di proyek Whoosh, itu berada di level berikutnya," sebut Mahfud MD. "Tidak di tingkat Presiden, karena ini yang lobi, ini yang mengusulkan, dan sebagainya," tambahnya.
Dugaan Korupsi Kemungkinan Terjadi di Level di Bawah Presiden
Mahfud MD menilai bahwa dugaan adanya praktik korupsi dalam proyek-proyek pemerintah lebih mungkin terjadi di level di bawah presiden. Ia menegaskan bahwa semua pihak yang bertindak 'nakal' dapat tertangkap asalkan proses penyelidikan dilakukan dengan benar dan profesional.
"Yang harus diselidiki tertuju ke situ, tinggal nanti apakah ada kaitannya dengan atas, samping dan sebagainya pasti ketemu sendiri, kalau penyelidikannya benar," tegas Mahfud MD.
Pernyataan Mahfud MD ini memberikan perspektif menarik mengenai kepemimpinan Jokowi dan pengawasan proyek strategis nasional seperti Kereta Cepat Whoosh yang menjadi perhatian publik.
Artikel Terkait
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya
Tukang Es Gabus Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Fakta Warisan Terungkap!