Untuk meyakinkan korban, pelaku melakukan percobaan dengan memprediksi pergerakan saham yang ternyata benar terjadi. "Saat dia mengatakan sebuah saham akan naik keesokan harinya, ternyata benar-benar naik. Hal itu membuat korban percaya bahwa 'profesor' ini memang memiliki kemampuan khusus," jelas Raffles.
Jaringan Operasi Penipuan Lintas Negara
Polisi mengungkapkan para pelaku membuat akun kripto wallet dan mengambil rekening dari nominee. Rekening-rekening ini kemudian diserahkan kepada sindikat scam di Malaysia. Para pelaku menerima upah dari setiap pembuatan rekening yang digunakan untuk penipuan online.
Metode Verifikasi Transaksi Penipuan
Para tersangka juga mengirimkan telepon genggam, SIM card, buku rekening, dan token bank kepada kurir jaringan sindikat di Malaysia. Barang-barang ini digunakan untuk memverifikasi transaksi rekening dalam aksi penipuan lintas negara tersebut.
Kasus penipuan investasi kripto ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan prediksi pasar yang tidak masuk akal.
Artikel Terkait
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian