Biaya perbaikan untuk mengatasi masalah ini tidaklah murah, berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per motor. Hal ini tentu menimbulkan kerugian finansial bagi para konsumen.
Keluhan Langsung dari Konsumen
Ahmad, salah seorang korban yang motornya mogok, mengungkapkan keresahannya. "Setelah mengisi BBM Pertalite, awalnya motor brebet. Tapi, lama-kelamaan menjadi lebih parah dan membuat motor mogok. Tentu sebagai konsumen saya sangat resah," keluhnya.
Baik pemilik bengkel maupun konsumen berharap adanya perbaikan kualitas BBM Pertalite yang dijual di SPBU. Mereka meminta pihak terkait, dalam hal ini Pertamina, untuk segera mengambil tindakan dan memberikan penjelasan resmi.
Tunggu Keterangan Resmi dari Pertamina
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina terkait dugaan penurunan kualitas BBM Pertalite yang menyebabkan puluhan kendaraan bermasalah di wilayah Kraksaan, Probolinggo. Masyarakatakat pun masih menanti kejelasan dan solusi dari pihak berwenang.
Insiden motor mogok massal ini menjadi peringatan penting bagi konsumen untuk lebih waspada dan bagi distributor BBM untuk menjaga kualitas produknya.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi