OJK Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Berbasis Data dan Teknologi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa transformasi digital di sektor keuangan bukan sekadar tentang penerapan teknologi. Lebih dari itu, transformasi digital merupakan kemampuan berinovasi untuk membuka akses keuangan yang lebih inklusif, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat kepercayaan publik.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC).
Mahendra menekankan komitmen OJK dalam menjaga ekosistem keuangan digital yang aman, adaptif, dan inklusif. Tujuannya tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan, tetapi juga memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Strategi OJK dalam Transformasi Digital
OJK secara aktif memperkuat kerangka pengaturan dan pengawasan yang berbasis data dan teknologi. Strategi ini diwujudkan melalui beberapa pendekatan utama:
Artikel Terkait
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian