Ketua Umum Gerakan Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, mengingatkan masyarakat dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewaspadai potensi munculnya gejolak politik pada bulan September mendatang. Karena pada bulan tersebut bangsa kita Indonesia pernah memiliki catatan sejarah kelam, yakni gerakan 30 September (G30S PKI).
“Pada bulan September, bangsa ini pernah mengalami pemberontakan dan pengkhianatan terhadap republik. Untungnya pada saat itu TNI bersama rakyat berhasil menumpas partai kiri (komunis) serta antek- anteknya,” ujar Habib Umar Alhamid dalam keterangannya kepada wartawan , Jumat (29/8/2025).
Habib Umar menilai ada potensi munculnya gerakan senyap yang berusaha melemahkan wibawa Presiden Prabowo. Ia menyebut kemungkinan adanya kebangkitan ‘Komgaba’ (komunis gaya baru-red) yang sifatnya berupaya mengadu domba, dan menyebar fitnah, hingga memainkan isu SARA yang dapat membuat gaduh dan mengganggu stabilitas nasional pemerintahan Prabowo.
“Feeling dan firasat saya pada Black September akan banyak muncul pikiran picik dan licik yang akan menggangu pemerintahan Prabowo. Karena hingga kini masih ada yang tidak suka Prabowo memimpin bangsa ini. Dikarenakan Prabowo akan berpihak pada rakyat demi keadilan serta mendaulatkan rakyat demi bangsa dan negara ini. Apa lagi beliau mempunyai landasan militer tentu saja sebagian orang dan kelompok yang bersebrangan tidak merasa nyaman negeri ini dipimpin olehnya,” jelas Habib Umar.
Menurutnya, pihak-pihak yang paling terganggu dengan kepemimpinan Presiden Prabowo adalah oligarki jahat dan para pembeking koruptor. Oleh karena itu, ia menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia tetap waspada jangan terprovakasi. Mari bersatu menjaga kedaulatan bangsa untuk kemajuan bersama.
“Namun demikian, saya yakin jika hal tersebut benar-benar ada dan terjadi, Maka Prabowo akan dengan cepat dapat mengatasinya,” tutur Habib Umar.
“Untuk itu, sebagai Ketua Umum Gentari, saya meminta kepada semua pihak dan rakyat Indonesia di seluruh negeri untuk bersatu padu menjaga NKRI dari rongrongan dan pengkhianatan yang ingin menghancurkan republik ini. Karena tanda-tanda tersebut sudah terlihat, berawal dari Pati, merembet ke Jakarta (DPR), lanjut ke Sumatera Utara dan sepertinya menyusul ke daerah- daerah lainnya dalam waktu dekat. Rakyat harus mewaspadai adanya penumpang gelap yang ikut dan mempunyai agenda terselubung akan terus bergerak untuk mengganggu keamanan pemerintahan Prabowo,” tegasnya.
Lebih jauh Habib Umar mengatakan, apa yang terjadi saat ini bisa menjadi indikasi adanya gerakan sistematis untuk menjatuhkan Presiden. “Wallahu a’lam, semoga bangsa Indonesia tetap dijaga dan dilindungi Allah,” katanya.
Sumber: suaranasional
Foto: Habib Umar Alhamid (IST)
Artikel Terkait
GMNI dan HMI Geruduk Mabes Polri: Mundur, Usut Tuntas Insiden Rantis Brimob!
Situasi Mako Brimob Memanas, Massa Mulai Menjarah Ruko di Kawasan Kwitang
Demonstran Masuk Gedung DPR Tenang Dihadang TNI
Oknum Polisi Penabrak Harus Minta Maaf Langsung ke Keluarga Affan