GELORA.ME - Baru-baru ini viral di media sosial (medsos), memperlihatkan foto dari udara yang menampilkan ada sejumlah ladang ganja di kawasan wisata Bromo. Nggak satu dua, melainkan puluhan ladang ganja ditemukan di kaki gunung Bromo.
Destinasi wisata yang bisa dikatakan kelas dunia itu memang belakangan menjadi sorotan. Terlebih dengan adanya pelarangan naik ke gunung Bromo dan mahalnya biaya jika wisawatan ingin menerbangkan drone di kawasan wisata Bromo.
Penemuan ladang ganja di kawasan Bromo ini bermula dari pengembangan kasus narkotika yang ditangani oleh Polres Lumajang, Jawa Timur. Penyelidikan lebih lanjut membawa polisi mengendus adanya ladang ganja di kawasan Bromo tepatnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pencarian ladang ganja yang dilakukan gabungan oleh Balai Besar TNBTS, Polres Lumajang, TNI, hingga perangkat desa menemukan adanya sejumlah titik ladang ganja di kawasan Bromo. Kemudian, diterbangkan drone dan ditemukan banyak ladang ganja lainnya.
Kejadian ini viral di media sosial (medsos). Netizen, masyarakat di dunia maya mengaitkan temuan puluhan ladang ganja di kawasan wisata Bromo ini dengan sejumlah aturan ketat baru yang diterapkan. Seperti, berwisata di Bromo dilarang menerbangkan drone.
Aturan lainnya yang bikin Bromo disorot adalah jika ingin jalan-jalan di situ, wajib menggunakan guide atau pemandu yang merupakan warga setempat. Aturan-aturan lainnya yang merepotkan juga membuat kawasan wisata Bromo masuk dalam blacklist wisata dari para wisatawan.
"BARU KETAHUAN BUKAN BARU DITEMUKAN
1. dilarang terbangin drone = takut ketahuan.
2. harus pake guide= takut nyasar ketemu ladang.
3. pendakian ditutup= lagi panen.
Artikel Terkait
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka: Nama Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Sergey Brin Terungkap
Iran Siapkan Ribuan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang Terbuka?
Santunan Rp15 Juta dari Mensos untuk Ahli Waris Korban Tewas Banjir Sumatra
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap