Skema kemitraan dengan perusahaan, seperti Taipei Economic and Trade Office (TETO) asal Taiwan, memberikan insight lebih jauh tentang kompleksitas masalah.
"Tapi ini belum menanam, masih kontrak dengan status sewa-menyewa," kata Delima.
Baca Juga: Persiraja Satu Langkah Menuju Semi Final, Achmad Zulkifli: Kami akan Buktikan
Dia menyebutkan PT Champ yang mengelola sekitar 5 hektare lahan Food Estate dan kerjasama dengan PT Indofood di lahan kentang, tetapi banyak perusahaan lain yang tidak bertahan dengan kondisi sulit di sana.
Yang lebih mengkhawatirkan, sistem kemitraan ini tidak memberikan keuntungan ekonomis bagi petani.
Warga mengeluhkan tentang kurangnya transparansi dalam kontrak, dengan perusahaan-perusahaan sering kali tidak memberikan informasi yang akurat tentang hasil panen.
Baca Juga: Peresmian Jembatan Sahbirin Noor: Gubernur Kalsel Mengguncang Ekonomi, Masyarakat Bersorak Bahagia!
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser: Diperiksa 4 Februari 2026
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Reformasi Polri hingga Gaza Dibahas