Langkah ini memicu kekhawatiran tentang kemungkinan kelanjutan warisan Obiang, yang menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pemerintahan Guinea Khatulistiwa.
Meskipun kaya akan sumber daya minyak, negara ini berjuang dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, korupsi yang merajalela, dan rezim otoriter.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan internasional lainnya telah berupaya mengatasi masalah ini melalui program pembangunan berkelanjutan, namun tantangan tetap ada karena penolakan pemerintah.
Baca Juga: One Pride MMA 2024 bakal digelar di 6 kota dan akan lebih kompetitif: Mencari Jeka Saragih baru
Gaya hidup Obiang yang boros, ditambah dengan tuduhan korupsi, semakin memperparah kesenjangan ekonomi di negara ini.
Berbanding terbalik dengan presiden yang memamerkan kekayaannya di media sosial, mayoritas penduduknya masih terjerat kemiskinan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hops.id
Artikel Terkait
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya
Tukang Es Gabus Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Fakta Warisan Terungkap!