“(Prosesnya lama) karena begini, beliau itu kan ASN, jadi untuk pemutusan status sebagai ASN itu tidak hanya diproses di UGM, tetapi juga diproses sampai Kementerian Pendidikan, sampai keluar SK (surat keputusan) menteri,” kata dia.
Saat SK menteri keluar, Andi mengatakan Eric mengguggat ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Saat itu yang digugat bukan UGM melainkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Atas kasus itu, status Eric sebagai dosen sekaligus aparatur sipil negara (ASN) juga telah dicabut. Andi mengklaim semua proses itu bebas intervensi sekalipun Eric saudara atau kakak kandung Wamenkumham Eddy Hiariej.
“Sejak kasus (dugaan pelecehan seksual) itu muncul kebetulan saya Wakil Dekan Fakultas Hukum UGM, selama itu (Wamenkumham) Eddy sudah menyatakan tegas tidak akan ikut campur kasus itu,” kata Andi yang juga rekan satu angkatan Wamenkumham itu. Adapun korban dugaan pelecehan seksual Eric saat kasus itu mencuat merupakan mahasisiwi tingkat akhir dan telah lulus.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi