Di selatan Kota Gaza, tentara terus menembaki daerah di lingkungan Al-Zaytoun dan Tal al-Hawa dengan pesawat tempur dan artileri.
Pasukan Israel tetap ditempatkan 500 meter (1.640 kaki) dari jalan pesisir Gaza, yang dikenal sebagai Jalan Al-Rasheed di barat daya Kota Gaza.
Brigade Al-Qassam mengatakan mereka memerangi pasukan Israel di poros selatan Gaza, dan mengumumkan bahwa mereka menyerang tank Israel dengan peluru kendali anti-tank “Konkurs”.
Berdasarkan operasi darat militer Israel, tentara Israel berusaha untuk maju dari lingkungan Al-Zaytoun menuju bagian utara Gaza.
Tampaknya dari skala kerusakan yang ditimbulkan di lingkungan Tal al-Hawa, mereka sedang mempersiapkan serangan darat dari daerah tersebut.
Rencana tersebut mirip dengan operasi darat di Gaza pada tahun 2008 – 2009 yang berlangsung selama 23 hari ketika pasukan Israel maju dari Gaza timur ke lingkungan Al-Zaytoun.
Saat itu, pasukan Israel mencapai area Rumah Sakit Al-Quds di lingkungan Tal al-Hawa. Daerah tersebut telah menjadi sasaran pemboman besar-besaran Israel dalam beberapa hari terakhir, terutama di daerah sekitar Rumah Sakit Al-Quds.
Menteri pertahanan Israel pada hari Sabtu menegaskan, mereka akan melanjutkan operasinya di Gaza sampai mencapai kemenangan, meskipun itu membutuhkan waktu satu tahun penuh.
“Kami akan tetap berada di Gaza sampai kami menang, meskipun itu membutuhkan waktu satu tahun,” kata Yoav Galant dalam pidato publik yang disiarkan oleh Otoritas Penyiaran Israel.
“Setelah perang ini, tidak ada lagi ancaman di Gaza yang dapat meneror Israel dari perbatasan selatan. Kami akan memiliki kebebasan operasional penuh untuk bertindak di jalur tersebut,” lanjutnya menurut sumber media Israel.
Salama Marouf, kepala Kantor Media Gaza, mengatakan pada hari Sabtu bahwa korban tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober sudah mencapai 9.500 orang. Termasuk 3.900 anak-anak dan 2.509 wanita. Sementara hampir 1.540 warga Israel telah terbunuh, menurut angka resmi.[]
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS ke Israel: Analisis Risiko Perang Timur Tengah
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor ke Luar Negeri
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran