GELORA.ME -Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku pemerintahannya mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS) terkait isu Palestina.
Berbicara di parlemen pada Selasa (31/10), Anwar menyebut Duta Besa Malaysia untuk AS Mohamed Nazri Abdul Aziz dipanggil oleh pihak berwenang Amerika untuk mempertanyakan sikap terkait isu tersebut, terutama kekerasan yang dilakukan Israel di Gaza.
"Duta Besar kami dengan tegas menyatakan posisi kami,” kata Anwar, seperti dimuat The Straits Times.
Anwar mengatakan, Malaysia juga menolak mengutuk tindakan Hamas dan enggan mencap kelompok tersebut sebagai teroris seperti yang dilakukan Barat.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut