Oleh: Empie Ismail Massardi*
SBY tergopoh-gopoh sambut hp dari ajudannya.
Terdengar suara dari seberang, "Pak SBY.. kan sudah saya bilang.. Ojo kesusu.. Ojo grasah grusuh.. Jangan percaya pada orang itu. Jangan berikan dukungan. Cermati dulu karakternya. Karena orang itu akan melakukan apapun demi memenuhi ambisinya. Bahkan orang tua dan Tuhan pun bisa dijadikan jaminan atas sumpahnya. Tapi bapak malah salah paham... menyangka saya ingin halangi AHY maju."
"Iya pak... saya salah...!" jawab SBY lirih.
Suara di seberang kembali terdengar, "Sekarang saran saya begini, Pak SBY dukung dan menangkan saja Prabowo jadi Presiden seperti yang saya lakukan. Karena, hanya Prabowo satu satunya harapan saya dan bangsa ini ke depan menggantikan saya sebagai Presiden ke-8.
Kemudian... karena AHY belum pernah berada di pemerintahan maka, biarkan AHY belajar bagaimana jadi pemimpin yang baik dan cara mengelola pemerintahan kepada Pak Prabowo.
Artikel Terkait
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka: Nama Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Sergey Brin Terungkap
Iran Siapkan Ribuan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang Terbuka?
Santunan Rp15 Juta dari Mensos untuk Ahli Waris Korban Tewas Banjir Sumatra
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap