“Saya merasa sudah berdosa untuk meminum ini, yang kedua ada orang-orang yang saya pengaruhi untuk meminum ini,” tutur Adi.
Pengacara Adi, Sumadi Atmadja, menambahkan bahwa kliennya telah mengetes kandungan minuman Nabidz Wine di Halal Corner. “Ternyata hasilnya ada kandungan alkohol 8,8 persen,” ujar Sumadi dalam kesempatan yang sama.
Karena itulah, Adi merasa telah mengalami kerugian materiil. Fatwa MUI juga memperkuat bukti bahwa Nabidz Wine tergolong produk haram.
Fatwa MUI
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menegaskan produk Nabidz wine haram. Dasarnya adalah temuan dari tiga laboratorium yang melaporkan ke MUI bahwa kadar alkohol minuman itu melampaui standar.
“Dari ketiga hasil uji lab tersebut diketahui bahwa kadar alkohol pada produk Nabidz cukup tinggi, maka haram dikonsumsi muslim, ” ujar Niam dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 22 Agustus 2023.
Menurutnya, proses pemberian sertifikasi halal Nabidz wine bermasalah. Proses sertifikasi ternyata melalui prosedur self declare dari Kementerian Agama atau Komite Fatwa Halal Kementerian Agama.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi