Austin juga mengeluarkan peringatan ke China terhadap tindakan militer yang berisiko selama pidatonya.
“Republik Rakyat Tiongkok terus melakukan sejumlah pencegatan berisiko yang mengkhawatirkan terhadap pesawat AS dan sekutu yang terbang secara sah di wilayah udara internasional. Dan kita semua baru saja melihat kasus lain yang meresahkan dari penerbangan agresif dan tidak profesional oleh RRT,” kata Austin.
Ia menekan bahwa AS tidak perlu mencari konflik atau konfrontasi dengan China, tetapi juga tidak akan gentar menghadapi intimidasi atau paksaan. Menurutnya, posisi A di Selat Taiwan, adalah hal yang penting.
Amerika, kata Austin, sangat berkomitmen untuk mempertahankan status quo di Taiwan, di mana konflik tidak akan terjadi atau tidak dapat dihindari.
"Presiden Biden sudah jelas. Amerika Serikat tidak mencari Perang Dingin baru. Dan persaingan tidak boleh meluas menjadi konflik. Dan kawasan itu tidak boleh terpecah menjadi blok-blok yang bermusuhan," ujarnya.
Sementara pejabat AS belum mengatakan perang melawan China sudah dekat, mereka telah mempersiapkan kemungkinan itu. Pada bulan April, pasukan AS melakukan latihan di mana mereka melakukan simulasi untuk mempertahankan Taiwan dari invasi China.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya
Tukang Es Gabus Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Fakta Warisan Terungkap!
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Balas dengan 1.000 Drone Baru