"Harus babat habis (jika terbukti ada yang terlibat). Kemudian dia harus taro orang yang punya kredibilitas yang benar-benar mau kerja," kata Kenneth.
Baca juga: Kurir Paket di Setiabudi Syok Bukan Main Kepala Ular Muncul dari Stang Motor, Lapor Damkar
Selain itu, Kenneth juga meminta para pengusaha jangan hanya egois memikirkan dirinya saja.
Seperti di kasus Pluit, para pengusaha tak memikirkan dampak jangka panjang dengan ditutupnya saluran air dan bahu jalan yang mereka serobot bisa mendatangkan banjir dan kemacetan karena akses jalan semakin sempit.
Hal itu padahal merugikan pengusaha itu sendiri nantinya karena bisa membuat konsumen malas datang ke sana jika banjir dan macet.
"Pada prinsipnya kita menyadari pengusaha faktor membangkitkan perekenomian.
Selain PAD (pendapatan asli daerah) mereka �juga bisa membuka lapangan pekerjaan, tapi tolong dengan cara yang benar karena kan tidak hanya yang disitu punya kepentingan," ujar Kenneth.�
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Sumber: jakarta.tribunnews.com
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser: Diperiksa 4 Februari 2026
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Reformasi Polri hingga Gaza Dibahas
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka: Nama Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Sergey Brin Terungkap
Iran Siapkan Ribuan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang Terbuka?