Jakarta: Bisikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke partai politik (parpol) diklaim bukan untuk cawe-cawe. Hal itu disebut untuk memastikan pembantunya bekerja dengan serius.
"Pak Jokowi sebagai presiden memastikan kabinet ini solid. Komunikasi disampaikan ke pembantunya yang notabene ketum-ketum (ketua umum) partai," kata politikus PDI Perjuangan Ansy Lema di Menara 9, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Mei 2023.
Ansy mengatakan Indonesia sedang memasuki tahun politik dan kontestasi politik. Jokowi disebut punya kepentingan memastikan kinerja kabinetnya tidak terganggu.
"Presiden Jokowi ingin turun dengan legacy yang baik, karena itu perlu komunikasi," ujar dia.
Menurut Ansy, tokoh politik boleh melakukan kontestasi dan kandidasi. Namun semangat kerja tidak boleh mengendur.
"Apalagi kerja kita direkam dengan sangat memuaskan dan kita ingin turun dengan legacy yang baik," papar anggota Komisi IV DPR itu.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS ke Israel: Analisis Risiko Perang Timur Tengah
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor ke Luar Negeri
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran