Komitmen politik Jokowi ini menuai kritik pedas. Saiful Huda Ems, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat relawan pendukung Jokowi, menyampaikan kecaman melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Saiful menilai pernyataan dan tindakan Jokowi kontradiktif dengan janji awalnya untuk hidup tenang sebagai warga biasa. Kritik ini menyoroti perbedaan antara ucapan dan tindakan politikus.
Kontroversi Kehadiran di Pengadilan
Lebih lanjut, Saiful menyoroti ironi lain. Di satu sisi Jokowi berjanji akan blusukan ke pelosok untuk PSI, namun di sisi lain disebutkan tidak memenuhi panggilan pengadilan terkait persidangan dugaan ijazah palsu yang menjeratnya.
"Padahal Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya," tegas Saiful dalam pernyataannya, yang menyiratkan adanya prioritas yang berbeda dari mantan presiden tersebut.
Dinamika politik pasca-jabatan Jokowi ini terus menjadi bahan perbincangan publik, menunjukkan bahwa peran dan pengaruhnya dalam percaturan politik Indonesia masih sangat signifikan.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan