Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, mengeklaim peristiwa tersebut menjadi tonggak terjadinya reformasi pada Mei 1998.
"Karena tidak ada Kudatuli, tidak ada 27 Juli maka tidak ada reformasi. Tidak ada reformasi itu, adalah reformasi tonggaknya adalah kasus 27 Juli," kata Ribka di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (20/7).
Ribka mengatakan, reformasi telah mengubah total sistem birokrasi di Indonesia. Dengan adanya reformasi, menurutnya, semua kalangan masyarakat bisa menjadi pemimpin.
"Kalau tidak ada reformasi, tidak ada anak buruh bisa jadi gubernur, tidak ada reformasi tidak ada anak petani bisa jadi bupati/wali kota," ungkap dia.
Ribka lalu menyindir Presiden Jokowi yang diketahui merupakan anak seorang tukang kayu.
"Tidak ada reformasi, tidak ada anak tukang kayu jadi presiden. Anak tukang kayu soal sekarang songong. Cucunya juga songong," ujarnya.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Jokowi dan PSI: Komitmen Politik Pasca Jabatan, Janji Turun ke Daerah hingga Kontroversi
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan