Selain itu Rocky Gerung juga menyoroti mobil-mobil yang dibawa oleh para ketua OKP karena sudah setara menteri.
Dugaan Rocky Gerung, mobil-mobil mewah itu didapatkan ketua OKP dari sponsor-sponsor yang ada di kementerian.
Terlebih setiap ada acara besar ormas keagamaan, hampir setiap kali diadakan maka akan dihadiri oleh pejabat-pejabat di dalamnya.
"Dan itu juga akan jadi akses untuk berebut IUP-IUP yang akan diterbitkan oleh Bahlil ini kan, jadi tetap inilah Bahlilnisasi ormas," imbuhnya. sambil tertawa
Penilaian Rocky Gerung harusnya ormas ini bertugas untuk menjaga solidaritas dan menjaga kesetaraan manusia.
Akan tetapi sekarang dirasa tidak mungkin lagi dapat terjadi tugas-tugas tersebut karena begitu ada kapitalis maka persaingan atau kompetisi menjadi rujukan.
"Kan kemarin kita bahas, bahwa negara ini dihasilkan melalui 3 aktivitas. Pertama, aktivitas akumulasi itu adalah fungsi dari korporasi, aktivitas distribusi itu adalah fungsi dari pemerintahan, aktivitas keadilan-sosial nah itu adalah fungsi dari ormas," terangnya.
"Nah sekarang ormas mengambil fungsi akumulasi seolah dia korporasi, inti filosofi dari non government organization atau civil society itu bukan masuk dalam wilayah bisnis society atau bukan menjadi pion dari pemerintahan. Ormas itu punya otonomi di wilayah kebudayaan mereka asuh itu, pemerintah punya otonomi di wilayah politik, bisnis itu punya wilayah akumulasi kan, ini kacau sebetulnya." lanjutnya.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen