“Jadi menteri dari PDI Perjuangan tetap bertanggung jawab bagi bangsa dan negara, karena tugasnya jadi pembantu Presiden RI, siapapun itu. Jadi tidak ada tekanan-tekanan,” jelas Hasto.
Kendati begitu, Hasto menyebut bahwa ketika muncul perbedaan pilihan politik pada Pemilu 2024, ada kondisi batin yang agak kurang pas dirasakan menteri-menteri PDIP di kabinet.
“Kalau ada batin yang kurang pas, mungkin,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Hasto menegaskan bahwa PDIP selalu dewasa dalam berpolitik. Termasuk dalam menghadapi pasang surutnya tensi politik di Tanah Air. Sebab, PDIP merupakan salah satu partai yang sudah melalui berbagai zaman.
“Ibaratnya ini ujian naik kelas, ibaratnya mental spiritual ujian terhadap soliditas partai, ujian terhadap konsistensi dalam semangat juang, khususnya amanat reformasi. Ini semua ujian-ujian bagi kami, dan kami tanggapi dengan semangat,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen