"Misalkan, kalau punishment ditegakkan ke Gibran, kenapa Jokowi tidak?,"
Terungkap alasan kenapa PDIP tidak mau gegabah mengambil tindakan tegas ke keluarga Jokowi, lanjut Umam, karena PDIP tidak mau mengambil risiko politik, terutama jelang Pemilu 2024.
Sebab, di dua Pemilu sebelumnya, PDIP meraup berkah dari sosok Jokowi yang fenomenal di 9 tahun terakhir dengan meraih cottail effect sebesar 6 persen dari Jokowi.
Umam juga menilai saat ini kredibilitas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga dipertaruhkan. Sebab, ia pernah melontarkan kalimat tegas bahwa dilarang bagi kader PDIP untuk bermain 2, 3 kaki di politik.
"Situasi ini jadi ujian PDIP untuk menegakan aturan AD/ART, tapi juga kredibiltas Bu Mega, stament beliau bilang tak boleh kader main 2 kaki dan 3 kaki. Kalau PDIP tak merespons dan tidak tegas, justru tudingan yang main 2 kaki bisa diarahkan ke PDIP, sebab dari info saya terima konon Gibran tak mau mengajukan surat pengunduran diri. Dia mencoba meyakinkan pemilih kalau ia bagian dari PDIP dan PDIP akan mengambangkannya," tutupnya.
Sumber: wartaekonomi.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026