Dengan penjelasan itu, kata Adhie, koalisi dengan komplotan sudah punya perbedaan mendasar, yakni pada tujuan.
"Tujuan komplotan so pasti utk ciptakan kejahatan. Itu beda koalisi dan konspirasi today," katanya.
Adhie menambahkan, dengan perbedaan itu dan dinamika politik jelang Pilpres 2024, bisa disimpulkan tidak semua kumpulan partai politik layak disebut koalisi.
"Maka tidak semua kumpulan kekuatan yang ngusung kandidat dalam pemilu, layak disebut koalisi," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen