Pensiunan Letjen TNI itu hanya menyebut, lobi politik antarpartai adalah bagian dari demokrasi. Mengenai keakraban yang terlihat antara dirinya dengan SBY, Prabowo menyebut, setiap purnawirawan memang harus memiliki hubungan yang baik dan akrab. “Sesama anak bangsa harus akrab,” tegas Prabowo.
Sementara, Ketua Umum Pepabri Agum Gumelar menegaskan, pihaknya tidak menyatakan dukungan ke salah satu pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2024. Dia bilang, organisasi yang dipimpinnya akan bersikap netral. Kendati demikian, Agum tak melarang bila ada individu anggotanya menyatakan dukungan ke salah satu kandidat. “Kita beri kebebasan, silakan memilih,” kata saat berpidato.
Menanggapi keakraban tersebut, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Putra Mahendra menilai, pertemuan Prabowo dan SBY sebagai momentum yang baik. Dia berharap, silaturahmi itu bisa terus berlanjut. Pihaknya pun berharap, agar sesama elite partai bisa duduk sejajar dan setara.
“Komunikasi, silaturahmi, dan kebersamaan seperti ini kita harapkan terus berlanjut,” ujarnya, semalam.
Namun, Herzaky enggan berspekulasi bahwa kebersamaan SBY dengan Prabowo bakal mengarah ke koalisi antara Demokrat dan Gerindra di Pilpres 2024. Dia hanya menyebut, Prabowo dan SBY sebagai sosok yang telah banyak berkorban demi negara. “Apakah mengarah kepada koalisi di Pilpres 2024? Kita lihat saja,” ucapnya,
Dari pihak Gerindra, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut bahwa bosnya memang memiliki keakraban dengan semua tokoh di kalangan militer. Tidak hanya dengan SBY, melainkan juga dengan Wiranto, Hendropriyono, dan Agum Gumelar. “Pak Prabowo akrab dengan semuanya,” kata Dahnil, kepada wartawan, kemarin.
Ia menambahkan, Prabowo tak menyimpan perasaan personal tertentu kepada SBY. Dia bilang, SBY adalah mantan Presiden Indonesia yang tentunya dihormati Prabowo. “Pak SBY adalah mantan Presiden RI yang jasanya besar bagi Indonesia,” pungkasnya.
Sumber: rmid
Artikel Terkait
Gus Yaqut Diperiksa KPK 8 Jam Soal Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp 1 Triliun
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Fakta Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Kritik Prabowo Soal Wisata Bencana: Sinyal Tegas Konsolidasi Kabinet dan Komunikasi Pemerintah
Said Didu Peringatkan Prabowo Soal Kudeta Sunyi, Soroti Tindakan Kapolri Listyo Sigit